Kecewaaan Suporter Pada Pengurus PSPS
Sabtu, 13 Agustus 2011 // by Go Blog News //
Labels:
olahraga
//
Dua Klub Minati Septi Hadi PSPS
Pekanbaru - Pemain bertahan PSPS musim lalu, Septi Hadi saat ini diminati dua. Namun sejauh ini sang pemain belum memberikan jawaban atas tawaran kedua klub tersebut.
Dua klub tersebut adalah Deltras Sidoarjo, klub yang bermain di Liga Super Indonesia (ISL) dan Bintang Medan, klub yang bermain di Liga Premier Indonesia (LPI). Pendekatan terus dilakukan kedua pemain agar bisa merekrut pemain berposisi bek kiri ini.
"Yang nawarin sudah ada. Ada dua klub, Deltras (Sidoarjo) dan Bintang Medan," kata Septi Hadi, Senin (1/8) yang dihubungi lewat telepon selulernya.
Ketika ditanya mengenai nilai kontrak yang ditawarkan kedua klub tersebut, Septi Hadi enggan membeberkannya. Ia pun berkilah, nilai kontrak belum ada dibicarakan sejauh ini.
Tawaran kedua klub sejauh ini belum dijawab pemain asal Medan, Sumatera Utara ini. Septi mengatakan dirinya masih fokus dalam proses latihan di Timnas U23 untuk menghadapi Piala AFC dan Sea Games nanti yang digelar akhir tahun nanti. Sabtu (30/7) kemarin, PSSI mengumumkan bahwa Septi Hadi lulus seleksi Timnas U23.
"Belum ada dijawab. Kita masih fokus ke Timnas ini. Sembari berjalan nanti akan ada itu. Kalau rezeki, pasti tak akan kemana," ujarnya.
Bagaimana dengan PSPS, klub yang dibelanya musim lalu apakah sudah ada melakukan penawaran atau minimal pembicaraan untuk musim depan? Septi Hadi mengatakan sejauh ini pembicaraan dengan PSPS belum ada dilakukan."Belum ada dengan PSPS," ujarnya.
Septi Hadi pun tidak bisa menjamin apakah musim depan akan tetap membela PSPS atau tidak. "Kita lihat sajalah nanti apakah masih tetap di PSPS atau tidak," katanya.
Mengenai akan bermain di klub mana musim depan, Septi Hadi menyerahkan sepenuhnya pada agen pribadi. Agen inilah yang akan mengurus semuanya termasuk menerima tawaran dari klub yang ada di Indonesia ini.
Tawaran dari Deltras Sidoarjo dan Bintang Medan ini menambah daftar panjang mantan pemain PSPS musim lalu ingin direkrut tim lain. Sebelumnya, striker andalan PSPS Herman Dzumafo dilirik Sriwijaya berserta klub lain.
Bukan hanya itu, Fajar Handika, Dede Sulaiman, Putut Waringin Jati juga diminati Semarang United, klub yang bermain di LPI. Klub tetangga sendiri, Semen Padang juga berniat memboyong stopper PSPS Dedy Gusmawan ke Padang.
Sejauh ini pengurus PSPS masih stagnan. Dikala klub lain sudah membentuk management serta mulai milirik pemain yang diincar, klub berjuluk Asyakar Bertuah ini sebaliknya. Management belum terbentuk dan pengurus hariannya pun diam seribu kata terkait rencana PSPS musim depan. (Palti Siahaan/ pis)
Dua klub tersebut adalah Deltras Sidoarjo, klub yang bermain di Liga Super Indonesia (ISL) dan Bintang Medan, klub yang bermain di Liga Premier Indonesia (LPI). Pendekatan terus dilakukan kedua pemain agar bisa merekrut pemain berposisi bek kiri ini.
"Yang nawarin sudah ada. Ada dua klub, Deltras (Sidoarjo) dan Bintang Medan," kata Septi Hadi, Senin (1/8) yang dihubungi lewat telepon selulernya.
Ketika ditanya mengenai nilai kontrak yang ditawarkan kedua klub tersebut, Septi Hadi enggan membeberkannya. Ia pun berkilah, nilai kontrak belum ada dibicarakan sejauh ini.
Tawaran kedua klub sejauh ini belum dijawab pemain asal Medan, Sumatera Utara ini. Septi mengatakan dirinya masih fokus dalam proses latihan di Timnas U23 untuk menghadapi Piala AFC dan Sea Games nanti yang digelar akhir tahun nanti. Sabtu (30/7) kemarin, PSSI mengumumkan bahwa Septi Hadi lulus seleksi Timnas U23.
"Belum ada dijawab. Kita masih fokus ke Timnas ini. Sembari berjalan nanti akan ada itu. Kalau rezeki, pasti tak akan kemana," ujarnya.
Bagaimana dengan PSPS, klub yang dibelanya musim lalu apakah sudah ada melakukan penawaran atau minimal pembicaraan untuk musim depan? Septi Hadi mengatakan sejauh ini pembicaraan dengan PSPS belum ada dilakukan."Belum ada dengan PSPS," ujarnya.
Septi Hadi pun tidak bisa menjamin apakah musim depan akan tetap membela PSPS atau tidak. "Kita lihat sajalah nanti apakah masih tetap di PSPS atau tidak," katanya.
Mengenai akan bermain di klub mana musim depan, Septi Hadi menyerahkan sepenuhnya pada agen pribadi. Agen inilah yang akan mengurus semuanya termasuk menerima tawaran dari klub yang ada di Indonesia ini.
Tawaran dari Deltras Sidoarjo dan Bintang Medan ini menambah daftar panjang mantan pemain PSPS musim lalu ingin direkrut tim lain. Sebelumnya, striker andalan PSPS Herman Dzumafo dilirik Sriwijaya berserta klub lain.
Bukan hanya itu, Fajar Handika, Dede Sulaiman, Putut Waringin Jati juga diminati Semarang United, klub yang bermain di LPI. Klub tetangga sendiri, Semen Padang juga berniat memboyong stopper PSPS Dedy Gusmawan ke Padang.
Sejauh ini pengurus PSPS masih stagnan. Dikala klub lain sudah membentuk management serta mulai milirik pemain yang diincar, klub berjuluk Asyakar Bertuah ini sebaliknya. Management belum terbentuk dan pengurus hariannya pun diam seribu kata terkait rencana PSPS musim depan. (Palti Siahaan/ pis)
Pengurus PSPS Tidak Terima Dibilang Tak Bergerak
// by Go Blog News // //
Pekanbaru - Pengurus harian PSPS akhirnya mau berbicara terkait PSPS kedepan. Pengurus tidak terima bila dikatakan pasif dan tidak bergerak mengejar pemain untuk musim depan.
Sekretaris umum PSPS, Heru Subagio Senin (1/8) mengatakan pihaknya saat ini memang sedang menunggu format dan aturan lainnya, seperti pembatasan pemain asing dan solusi pendanaan serta kepastian kapan dimulainya kompetisi musim depan dari pihak PSSI.
"Kita dalam posisi menunggu. Ada dulu formatnya, baru kita buat perencanaan. Ini kan masih transisi pengurus lama ke yang baru. Apalagi penyatuan ISL dan LPI. Jangan dibilang ngak ada bergerak. Kita mikir," kata Heru.
Heru mengatakan pihaknya belum bisa membuat tahapan rencana menatap kompetisi musim depan. Sebab informasi simpang siur beredar terkait nasib kompetisi musim depan.
Pengurus sedsang m
"Prediksi saya awal tahun depan mulai kompetisi. Ada juga yang bilang setelah Sea Games. Jadi semuanya belum pasti. Kita tunggu saja," turur Heru.
Akibat kondisi ini, kata Heru, pembentukan management serta pelatih dan juga pemainnya belum bisa dipastikan. Semua tergantiung dari hasil pertemuan seluruh klub ISL yang diundang PSSI pada Kamis (4/8) nanti.
Bukannya hanya PSPS saja. Heru juga menyebutkan sejumlah klub yang bernasib sama dengan PSPS, seperti Persisam, Persiwa dan klublainnya. "Hanya Semen Padang dan Sriwijaya yang sudah mandiri soal dana ini," kata Heru.
Mengenai pendanaan juga demikian. Heru mengatakan seluruh klub akan meminta solusi dari PSSI terkait permasalah dana yang dialami sejumlah klub. Ini terjadi karena adanya larangan penggunaan APBD dari pemerintah.
Heru berharap, ada suntikan dana dari PSSI atau solusi lainnya seperti yang dialami klub - klub yang bermain di Liga Premier Indonesia (LPI). (Palti Siahaan/ pis)
Sekretaris umum PSPS, Heru Subagio Senin (1/8) mengatakan pihaknya saat ini memang sedang menunggu format dan aturan lainnya, seperti pembatasan pemain asing dan solusi pendanaan serta kepastian kapan dimulainya kompetisi musim depan dari pihak PSSI.
"Kita dalam posisi menunggu. Ada dulu formatnya, baru kita buat perencanaan. Ini kan masih transisi pengurus lama ke yang baru. Apalagi penyatuan ISL dan LPI. Jangan dibilang ngak ada bergerak. Kita mikir," kata Heru.
Heru mengatakan pihaknya belum bisa membuat tahapan rencana menatap kompetisi musim depan. Sebab informasi simpang siur beredar terkait nasib kompetisi musim depan.
Pengurus sedsang m
"Prediksi saya awal tahun depan mulai kompetisi. Ada juga yang bilang setelah Sea Games. Jadi semuanya belum pasti. Kita tunggu saja," turur Heru.
Akibat kondisi ini, kata Heru, pembentukan management serta pelatih dan juga pemainnya belum bisa dipastikan. Semua tergantiung dari hasil pertemuan seluruh klub ISL yang diundang PSSI pada Kamis (4/8) nanti.
Bukannya hanya PSPS saja. Heru juga menyebutkan sejumlah klub yang bernasib sama dengan PSPS, seperti Persisam, Persiwa dan klublainnya. "Hanya Semen Padang dan Sriwijaya yang sudah mandiri soal dana ini," kata Heru.
Mengenai pendanaan juga demikian. Heru mengatakan seluruh klub akan meminta solusi dari PSSI terkait permasalah dana yang dialami sejumlah klub. Ini terjadi karena adanya larangan penggunaan APBD dari pemerintah.
Heru berharap, ada suntikan dana dari PSSI atau solusi lainnya seperti yang dialami klub - klub yang bermain di Liga Premier Indonesia (LPI). (Palti Siahaan/ pis)
PSPS Lobi Dedy dan Fajar untuk Musim Depan
// by Go Blog News //
Labels:
olahraga
//
Pekanbaru - Langkah merekrut pemain untuk menghadapi kompetisi musim depan mulai dilakukan PSPS. Mantan pemain musim lalu menjadi sasaran pertama ditawari bermain di klub kebanggaan warga Kota Pekanbaru ini.
Pembicaraan telah dilakukan PSPS kepada Fajar Handika, gelandang bertahan PSPS musim lalu. Adalah manager sementara PSPS Boy Sabirin yang melakukan pembicaraan tersebut kepada Fajar.
Bertempat di hotel Drego, Selasa pagi (26/7), sekitar pukul 10.00 Wib, pembicaraan tersebut terjalin. Hanya Boy dan Fajar didalam kamar tersebut yang inti pembicaraan yakni niatan PSPS mempertahankan Fajar musim depan.
"Pembicaraannya, orang itu (PSPS) memastikan kalau akan tetap di PSPS. Cuman dikembalikan sama aku," kata Fajar, Rabu (27/7) mencoba menyimpulkan pembicaraannya dengan Boy kala itu.
PSPS, kata Fajar, masih berharap agar tetap membela PSPS musim depan. Dipenghujung pembicaraan Boy mengatakan, seperti yang dituturkan Fajar, bila tetap berminat di PSPS, dirinya diharapkan menghubungi Boy untuk memberi kepastian akan tawaran PSPS tersebut.
"Kalau ada kepastian dari aku, suruh hubungi dia (Boy). Mereka berharap aku main di PSPS musim depan. Ini pembicaraan serius bukan main - main," tegas pemain asal Medan, Sumatera Utara ini.
Bukan hanya Fajar seorang yang ditawari Boy Sabirin hal demikian. Pemain asal Medan, Sumatera Utara lainnya Dedy Gusmawan pun mengalami hal demikian. Hal ini dibenarkan Dedy yang dihubungi secara terpisah.
"Sama dengan Fajar. Saya juga ditawari untuk tetap bermain musim depan. Memastikan aku main musim depan," kata Dedy, Rabu (27/7).
Kedua pemain ini pun tidak serta merta menerima tawaran dari Boy. Mereka berdua juga diberikan waktu untuk menjawab tawaran tersebut. Apalagi, menurut Dedy, tawaran tersebut belum konkret.
"Tawarannya belum kongret bagaimana kita mau menerima langsung. Lagian kita juga perlu berpikir dengam berbagai pertimbangan sebelum memutuskan," kata Dedy.
Belum jelasnya pendanaan PSPS saat ini ditenggarai membuat tawaran dari Boy tersebut tidak kongkret. Apalagi format dan kapan akan dimulainya kompetisi juga belum diketahui saat ini. PSPS sendiri pun belum membentuk management secara lengkap.
"Kita masih pikir - pikir. Belum berani langsung bila ya. Banyak hal yang harus didiskusikan dengan keluarga," kata Dedy.
Fajar pun demikian. "Pikir - pikir lah dulu. Banyak yang harus dipertimbangkan. Konsultasi lagi sama keluarga," kata Fajar.
Dalam pembicaraan dengan Boy yang dilakukan secara terpisah, kedua pemain mengakui tidak ada membicarakan mengenai nilai kontrak ke depan. Nilai kontak akan dibicarakan bila semuanya sudah jelas.
"Belumn ada kita bicara kontrak. Masih jauh. Lagian, soal kontrak sesnsitif. Tak enak langsung di singgung. Takutnya kita dinilai orang nanti," ungkap Dedy.
Walau belum menerima tawaran dari PSPS tersebut, namun kedua pemain menyatakan minatnya bermain dengan PSPS. Sebab kedua pemain sudah familiar dengan PSPS. "Aku malas main di LPI. Lebih enak di ISL. Makanya tawaran LPI aku tolak," ujar Fajar. (Palti Siahaan/pis)
Pembicaraan telah dilakukan PSPS kepada Fajar Handika, gelandang bertahan PSPS musim lalu. Adalah manager sementara PSPS Boy Sabirin yang melakukan pembicaraan tersebut kepada Fajar.
Bertempat di hotel Drego, Selasa pagi (26/7), sekitar pukul 10.00 Wib, pembicaraan tersebut terjalin. Hanya Boy dan Fajar didalam kamar tersebut yang inti pembicaraan yakni niatan PSPS mempertahankan Fajar musim depan.
"Pembicaraannya, orang itu (PSPS) memastikan kalau akan tetap di PSPS. Cuman dikembalikan sama aku," kata Fajar, Rabu (27/7) mencoba menyimpulkan pembicaraannya dengan Boy kala itu.
PSPS, kata Fajar, masih berharap agar tetap membela PSPS musim depan. Dipenghujung pembicaraan Boy mengatakan, seperti yang dituturkan Fajar, bila tetap berminat di PSPS, dirinya diharapkan menghubungi Boy untuk memberi kepastian akan tawaran PSPS tersebut.
"Kalau ada kepastian dari aku, suruh hubungi dia (Boy). Mereka berharap aku main di PSPS musim depan. Ini pembicaraan serius bukan main - main," tegas pemain asal Medan, Sumatera Utara ini.
Bukan hanya Fajar seorang yang ditawari Boy Sabirin hal demikian. Pemain asal Medan, Sumatera Utara lainnya Dedy Gusmawan pun mengalami hal demikian. Hal ini dibenarkan Dedy yang dihubungi secara terpisah.
"Sama dengan Fajar. Saya juga ditawari untuk tetap bermain musim depan. Memastikan aku main musim depan," kata Dedy, Rabu (27/7).
Kedua pemain ini pun tidak serta merta menerima tawaran dari Boy. Mereka berdua juga diberikan waktu untuk menjawab tawaran tersebut. Apalagi, menurut Dedy, tawaran tersebut belum konkret.
"Tawarannya belum kongret bagaimana kita mau menerima langsung. Lagian kita juga perlu berpikir dengam berbagai pertimbangan sebelum memutuskan," kata Dedy.
Belum jelasnya pendanaan PSPS saat ini ditenggarai membuat tawaran dari Boy tersebut tidak kongkret. Apalagi format dan kapan akan dimulainya kompetisi juga belum diketahui saat ini. PSPS sendiri pun belum membentuk management secara lengkap.
"Kita masih pikir - pikir. Belum berani langsung bila ya. Banyak hal yang harus didiskusikan dengan keluarga," kata Dedy.
Fajar pun demikian. "Pikir - pikir lah dulu. Banyak yang harus dipertimbangkan. Konsultasi lagi sama keluarga," kata Fajar.
Dalam pembicaraan dengan Boy yang dilakukan secara terpisah, kedua pemain mengakui tidak ada membicarakan mengenai nilai kontrak ke depan. Nilai kontak akan dibicarakan bila semuanya sudah jelas.
"Belumn ada kita bicara kontrak. Masih jauh. Lagian, soal kontrak sesnsitif. Tak enak langsung di singgung. Takutnya kita dinilai orang nanti," ungkap Dedy.
Walau belum menerima tawaran dari PSPS tersebut, namun kedua pemain menyatakan minatnya bermain dengan PSPS. Sebab kedua pemain sudah familiar dengan PSPS. "Aku malas main di LPI. Lebih enak di ISL. Makanya tawaran LPI aku tolak," ujar Fajar. (Palti Siahaan/pis)
AR Gurning Ambil Keputusan Setelah Pulang Umroh
// by Go Blog News // //
Pekanbaru - Menjelang keberangkatannya ke Kota Suci Mekkah untuk melaksanakan ibadah Umroh, pelatih PSPS Abdul Rahman Gurning belum bisa menentukan sikap klub mana yang akan dilatihnya musim depan. Gurning mengatakan selepas pulang umroh, keputusan akan dibuatnya.
Saat ini memang Gurning sedan berada di "persimpangan". Hati tetap ingin melatih PSPS musim depan namun hingga kini pihak PSPS tak juga menghubunginya. Dipihak lain, dua klub sudah memintanya untuk melatih.
Senin (25/7), ia menegaskan, selepas pulang Umroh nanti, ia akan menentukan sendiri kemana ia akan melatih musim depan. Tawaran yang datang saat ini, terangnya, akan didalami selepas Umroh nantinya.
Gurning sendiri akan melaksanakan ibadah Umroh pada Rabu (27/7) nanti. Bersama istrinya, diperkirakan selama sepuluh hari keduanya di Mekkah.
"Selepas Umroh nanti baru saya tentukan. Sampai sekarang memang belum ada. Masih sebatas tawaran. Dari PSPS pun ada juga," kata Gurning.
Saat ini Gurning memang menerapkan sikap tarik ulur. Sebelumnya ia pernah mengatakan akan menetukan klub yang akan dilatihnya sebelum berangkat Umroh. Menurutnya, selepas Umroh, pikiran bisa tenang dalam mengambil keputusan.
"Alangkah baiknya selepas Umroh kita tentukan. Biar tenang dan biar jangan jadi keputusan yang salah," ujar pelatih asal Kisaran, Sumatera Utara ini.
Selepas Umroh nnati, tawaran dari klub Persikabo akan didalaminya. Mengenai nilai kontrak serta lainnya akan dipertanayakan. "Kemarin memang Persikabo nelepon lagi. Tapi nantilah setela Umroh diperjelas lagi," katanya.
Seperti yang diketahui, Persikabo yang merupakan club asal Bogor ngotot untuk merekrut Gurning. Kisaran nilai kontrak yang akan diberikan Gurning pun sudah diberitahukan yakni sekitar Rp. 500 - 600 juta.
Selain Persikabo, ada satu klub lagi yang meminang Gurning. Klub tersebut berasal dari Pulau Sumatera yang masih dirahasiakan. Di klub ini, Gurning sudah diminta mencari pemain untuk musim depan walau pembicaraan nilai kontrak belum dilakukan. (Palti Siahaan/ pis)
Saat ini memang Gurning sedan berada di "persimpangan". Hati tetap ingin melatih PSPS musim depan namun hingga kini pihak PSPS tak juga menghubunginya. Dipihak lain, dua klub sudah memintanya untuk melatih.
Senin (25/7), ia menegaskan, selepas pulang Umroh nanti, ia akan menentukan sendiri kemana ia akan melatih musim depan. Tawaran yang datang saat ini, terangnya, akan didalami selepas Umroh nantinya.
Gurning sendiri akan melaksanakan ibadah Umroh pada Rabu (27/7) nanti. Bersama istrinya, diperkirakan selama sepuluh hari keduanya di Mekkah.
"Selepas Umroh nanti baru saya tentukan. Sampai sekarang memang belum ada. Masih sebatas tawaran. Dari PSPS pun ada juga," kata Gurning.
Saat ini Gurning memang menerapkan sikap tarik ulur. Sebelumnya ia pernah mengatakan akan menetukan klub yang akan dilatihnya sebelum berangkat Umroh. Menurutnya, selepas Umroh, pikiran bisa tenang dalam mengambil keputusan.
"Alangkah baiknya selepas Umroh kita tentukan. Biar tenang dan biar jangan jadi keputusan yang salah," ujar pelatih asal Kisaran, Sumatera Utara ini.
Selepas Umroh nnati, tawaran dari klub Persikabo akan didalaminya. Mengenai nilai kontrak serta lainnya akan dipertanayakan. "Kemarin memang Persikabo nelepon lagi. Tapi nantilah setela Umroh diperjelas lagi," katanya.
Seperti yang diketahui, Persikabo yang merupakan club asal Bogor ngotot untuk merekrut Gurning. Kisaran nilai kontrak yang akan diberikan Gurning pun sudah diberitahukan yakni sekitar Rp. 500 - 600 juta.
Selain Persikabo, ada satu klub lagi yang meminang Gurning. Klub tersebut berasal dari Pulau Sumatera yang masih dirahasiakan. Di klub ini, Gurning sudah diminta mencari pemain untuk musim depan walau pembicaraan nilai kontrak belum dilakukan. (Palti Siahaan/ pis)






